Pendapat Ulama Mengenai Jumlah Ayat al-Quran

Berapa jumlah ayat dalam al-Quran? Sebelum menjawab pertanyaan itu, penting diketahui bahwa ahli sejarah sepakat bahwa pengumpulan al-Quran secara ilmiah menjamin kitab suci al-Quran yang sampai kepada umat sekarang adalah benar, otentik dan valid sebagaimana yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, baik bacaan maupun tulisannya tanpa mengalami penambahan atau pengurangan satu ayat, bahkan satu huruf pun.

Ulama al-Quran hanya berbeda pendapat dalam beberapa hal, tapi tidak mempengaruhi validitas al-Quran itu sendiri. Perbedaan pendapat ulama itu misalnya dalam hal jumlah surah, perbedaan bacaan dan penyebutan, serta perbedaan jumlah ayat al-Quran.

Banyak yang menyebutkan bahwa jumlah ayat al-Quran adalah 6.666 ayat. Angka unik, namun, tidak ada seorang pun ulama yang menyebutkan angka tersebut. Jumlah ayat al-Quran lebih dari 6000, tapi jumlah pastinya, ulama berbeda pendapat.

Sebab perbedaan pendapat ulama mengenai jumlah ayat al-Quran

Ada dua hal yang menyebabkan ulama berbeda pendapat mengenai jumlah ayat-al-Quran. Pertama, penetapan basmalah sebagai ayat dari surah al-Quran atau tidak. Mayoritas ulama yang berdasarkan dari pendapat sahabat dan ulama salaf memasukkan basmalah sebagai bagian ayat pertama dari setiap surat.

Dari golongan sahabat yang berpendapat demikian antara lain: Ibnu Abbas, Ali bin Abi Thalib, Abdullah ibn Umar dan Abu Hurairah. Sedangkan dari golongan ulama salaf antara lain: Ibnu Katsir, al-Kasa’i, al-Syafi’i, al-Tsauri dan Ahmad. Sedangkan sebagian lagi menyatakan bahwa basmalah bukan ayat pertama dari setiap surat, tetapi hanya sebagai pemisah antara satu surat dengan surat lainnya.

Kedua, pendapat ulama mengenai fashilah dan ra’s al-Ayat, yang menjadi sebab perbedaan pendapat ulama dalam menghitung jumlah ayat.

Fashilah adalah tanda yang diletakkan pada akhir kalimat atau tanda yang mengakhiri ayat dan merupakan akhir ayat. Sedangkan ra’s al-Ayat adalah akhir ayat al-Quran, yang pada akhir ayat itu diletakkan tanda fashal (pemisah) antara ayat yang satu dengan ayat yang lain. Fashilah ini terkadang berupa ra’s al-Ayat dan terkadang tidak. Dengan demikian, setiap ra’s al-Ayat adalah fashilah dan tidak setiap fashilah adalah ra’s al-Ayat.

Pendapat ulama mengenai jumlah ayat al-Quran

Pendapat Ulama Madinah

Menurut hitungan ulama Madinah awal sebanyak 6217 ayat, demikianlah pendapat Nafi’. Menurut Ulama Madinah akhir yang diriwayatkan Isma’il bin Ja’far dari Sulaiman bin Jimaz dari Yazid dan syaibah dengan perantara periwayatan, jumlah ayat al-Quran menurut ulama ini adalah 6214 ayat.

Muhammad Abd al-Azhim az-Zarqani menyebutkan bahwa para penghitung jumlah ayat-ayat Al-Quran sepakat pada angka 6200, tetapi berbeda pada puluhan dan satuannya.

Pendapat Ulama Mekah

Menurut hitungan ulama Makkah sebanyak 6220 ayat, dengan menyandarkan periwayatannya kepada Abdullah bin Katsir dari Mujahid dari Ibn Abbas dari Unay bin KaAb dari rasulullah saw.Ulama Mekah lainnya berpendapat bahwa jumlah ayat al-Quran adalah 6210 ayat.

Pendapat Ulama Bashrah

Jumlah ayat al-Quran menurut ulama Bashrah Atha’ bin Yasar dan Ashim al-Jahdiri yang disandarkan setelahnya kepada Ayyub bin al-Mutawakkil adalah 6204 ayat.

Pendapat Ulama Damaskus

Jumlah ayat al-Quran berdasarkan pendapat ulama Damaskus diantaranya Yahya al-Dzimari dari Abdullah bin Amir al-Yahshibi dari Abi Darda’ dengan menyandarkan jumlah ayat (yang menjadi pendapat mereka) kepada Utsman bin Affan, yaitu  6227 ayat dan ada juga yang berpendapat sebanyak 6226 ayat.

Pendapat Ulama Kufah

Ulama Kufah yang diriwayatkan dari Hamzah dan Sufyan dari Ali bin Abi Thalib dengan perantara para periwayat tsiqah dan berpengalaman, menurut pendapat ulama ini jumlah ayat al-Quran ialah 6236 ayat. Jumlah inilah yang terkenal dengan jumlah al-Kufi.

Dengan demikian, ahl Kufah memiliki dua pendapat tetang jumlah ayat, satu pendapat diriwayatkan dari ahl Madinah yaitu (al-Madani al-Awwal) dan pendapat kedua yang diriwayatkan Hamzah dan Sufyan sebagaimana tersebut.

Perbedaan pendapat para ulama tersebut menarik dikaji lebih mendalam. Intinya, perbedaan pendapat ulama mengenai jumlah ayat al-Quran tidak memengaruhi validitas al-Quran, justru menambah khazanah I’jaz al-Ilmi lil Quran

Rujukan:

Muhmmad Abu Syuhbah, al-Madkhal li Dirasat al-Qur’an al-Karim, jld II, (Kairo: Dar al-Kutub, 1973). al-Sayuthi, al-Itqan fi `Ulumil Qur’an. M. Hasbi Ash Shiddiqi, Sejarah dan Pengantar ilmu al-Qur’an/Tafsir.

 

You might also like